Cerita hidup yang sangat menyentuh.
Ada hikmah hakiki yang bisa kita petik :
1. Pengalaman berharga orang lain merupakan guru yang paling baik dan bijaksana.
2. Penyesalan selalu datang terlambat atau kemudian.
3. Waktu tidak bisa kita putar balik kembali.
Jadi isilah waktu hari-harimu dengan baik, penuh rencana dan bijaksana.
4. Family value merupakan bingkai kehidupan yang terindah kalau kita bisa menghayatinya.
5. Harta dan symbol-simbol kehidupan duniawi lain tidak berarti dibandingkan ketulusan kebersamaan dan keinginan/harapan untuk saling dimengerti, dipahami, didengarkan oleh satu dengan yang lainnya.
6. Last but not least, komunikasi dari hati-ke hati, perhatian dan kasih sayang tulus sebaiknya terus dibangun dan dilestarikan dalam keluarga.
Semoga bermanfaat.
" Mahalnya nilai sebuah kesuksesan "
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah perusahaan multinasional.
Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia. Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika.
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.
Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya.
Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.
Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.
Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba. Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak begitu hebat pada putri kami.
Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni , bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal.
Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.
Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu )
Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya
" Hari ini Mama sakit di Rumah sakit " , hanya itu saja.
Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.
Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni,Maya dan Suami saya.
Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian bahkan mungkin lebih.
Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.
Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor.
Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.
Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya.
Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik.
Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.
Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi ?
Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.
Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.
Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas "selalu menjadi patokan saya.
Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.
Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba dan saya tidak mengetahuinya !
Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga.
Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali kedesa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya.
Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami. Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya.
Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi, setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu , bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.
Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.
Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.
Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya yg mampu menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis.
Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati kalau lagi kangen dengannya.
Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.
Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar dipesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.
Dan difoto " keluarga " itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama.
Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.
Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.
Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.
Dan dihalaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah. Maya menulis :
" Ya Allah kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya,
siapa yang nyiapin sarapan Maya,
siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah,
siapa yang ngingetin Maya buat sholat,
siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah,siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur..........
Ya Allah , Maya kangen banget sama bik Inah "Astagfirullah” bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?
Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.
Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya.
Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.
Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.
Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya".
Biarkan saya seorang yang mengalaminya. Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy dan mencoba aktif ikut dipengajian-pengajian untuk menentramkan hati saya.
Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.
Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin !
Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya.
Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.
Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni.
Dan semoga Allah mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya.
Dan disetiap berdoa saya selalu memohon
" Ya Allah, seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Allah, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu " .
Semoga Allah mengabulkan doa saya.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 April 2008
Beda Positive dan Negative Thinking
Beda Positive dan Negative Thinking
Ada dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung.
Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira, dan selalu tersenyum.
Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum.
Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih.
Nah orang tua mereka mulai memikiran apa yang menjadi kesenangan mereka !
Si Cemberut yang menginjak masa ABG sedang terkena demam HP, jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam HP milik temannya untuk menelpon.
Kemudian orang tuanya membelikan dia HP supaya dia menjadi senang dan gembira.
Sewaktu cemberut pergi sekolah HP itu dibungkus oleh orang tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya.
Sewaktu Cemberut pulang ia segera masuk ke kamarnya, dan ia melihat ada kado di kasurnya.
Dengan sergap ia cepat-cepat membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika di dalamnya berisi HP. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia berpikiran kalau-
kalau HP ini ia bawa pasti teman-temannya akan banyak yang pinjam, terus kalo rusak biayanya pasti mahal.
Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado HP itu menjadi beban baginya. Dan yang keluar dari mulutnya adalah omelan-omelan dan umpatan, bukannya terima kasih kepada orang tuanya.
Si Ceria yang senang dengan kuda, diberi oleh orang tuanya telepong kuda (kotoran kuda) dengan harapan ia menjadi sedih dan murung.
Telepong yang dibungkus dengan menarik itu juga diletakkan di kamarnya.
Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut ada kado di kamarnya.
Dengan sergap ia membuka pula kado itu. Ketika dibuka bau busuk keluar dari kado itu, dan alangkah terkejutnya bahwa kado itu berisi kotoran kuda.
Mukanya menjadi kebingungan sebentar. Dia berpikir, " Masa sih orang tuaku yang begitu mencintai aku memberi aku kotoran kuda, wah pasti ada sesuatu di balik hadiah ini! "
Setelah berpikir sebentar kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka.
Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya,
" Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih ? ".
Lalu Ceria menjawab, " Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat
saya, dan sekarang mana kudanya ? "
Kemudian orang tuanya berkata, "Lho kami hanya memberi itu kepada kamu.
" Ceria menyahut, "Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya "
Akhirnya orang tuanya kalah, dan membelikan dia kuda pony.
Refleksi :
Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai Allah SWT akan selalu berpikir bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya walaupun dia sedang dalam penderitaan.
Sehingga orang hidup dalam cinta kasih Allah SWT akan selalu gembira, dan ceria di dalamnya
hidupnya. Sebaliknya orang yang pesimis, akan merasa bahwa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang. Sehingga di dalam hidupnya akan gelisah, takut, dan khawatir.
"Di mana pun kita berada....Allah SWT hanyalah sejauh doa"
Ada dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung.
Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira, dan selalu tersenyum.
Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum.
Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih.
Nah orang tua mereka mulai memikiran apa yang menjadi kesenangan mereka !
Si Cemberut yang menginjak masa ABG sedang terkena demam HP, jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam HP milik temannya untuk menelpon.
Kemudian orang tuanya membelikan dia HP supaya dia menjadi senang dan gembira.
Sewaktu cemberut pergi sekolah HP itu dibungkus oleh orang tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya.
Sewaktu Cemberut pulang ia segera masuk ke kamarnya, dan ia melihat ada kado di kasurnya.
Dengan sergap ia cepat-cepat membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika di dalamnya berisi HP. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia berpikiran kalau-
kalau HP ini ia bawa pasti teman-temannya akan banyak yang pinjam, terus kalo rusak biayanya pasti mahal.
Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado HP itu menjadi beban baginya. Dan yang keluar dari mulutnya adalah omelan-omelan dan umpatan, bukannya terima kasih kepada orang tuanya.
Si Ceria yang senang dengan kuda, diberi oleh orang tuanya telepong kuda (kotoran kuda) dengan harapan ia menjadi sedih dan murung.
Telepong yang dibungkus dengan menarik itu juga diletakkan di kamarnya.
Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut ada kado di kamarnya.
Dengan sergap ia membuka pula kado itu. Ketika dibuka bau busuk keluar dari kado itu, dan alangkah terkejutnya bahwa kado itu berisi kotoran kuda.
Mukanya menjadi kebingungan sebentar. Dia berpikir, " Masa sih orang tuaku yang begitu mencintai aku memberi aku kotoran kuda, wah pasti ada sesuatu di balik hadiah ini! "
Setelah berpikir sebentar kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka.
Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya,
" Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih ? ".
Lalu Ceria menjawab, " Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat
saya, dan sekarang mana kudanya ? "
Kemudian orang tuanya berkata, "Lho kami hanya memberi itu kepada kamu.
" Ceria menyahut, "Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya "
Akhirnya orang tuanya kalah, dan membelikan dia kuda pony.
Refleksi :
Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai Allah SWT akan selalu berpikir bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya walaupun dia sedang dalam penderitaan.
Sehingga orang hidup dalam cinta kasih Allah SWT akan selalu gembira, dan ceria di dalamnya
hidupnya. Sebaliknya orang yang pesimis, akan merasa bahwa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang. Sehingga di dalam hidupnya akan gelisah, takut, dan khawatir.
"Di mana pun kita berada....Allah SWT hanyalah sejauh doa"
Ahlaq Rosul thd Pengemis ...Yahudi lagi ....
Ahlaq Rosul thd Pengemis ...Yahudi lagi ....
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya ( Aisyah RA ) yang tidak lain tidak bukan...merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu ?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! ....Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu ..... "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq
Rasulullah SAW ?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau ?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia- mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya bila kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai saja dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya ( Aisyah RA ) yang tidak lain tidak bukan...merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu ?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! ....Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu ..... "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq
Rasulullah SAW ?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau ?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia- mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya bila kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai saja dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Tawakal ?
Date: Thu, 26 Sep 2002 12:55:12 +0800
From: "Choironi, Umul"
Subject: Tauhid Dan Tawakal
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut ini adalah artikel dari Minhajul Qashidhin, insya Allah bermanfaat
Bagi kita semua, dalam rangka peningkatan tauhid kita kepada Allah Ta'ala & dapat
mencegah kita terpeleset kedalam kemusyrikan.
Silahkan disebarkan
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh
Zainal
Tauhid Dan Tawakal
Ibnu Qudamah
Halaman dua dari empat tulisan
BEBERAPA GAMBARAN KEADAAN TAWAKAL
Ketahuilah bahwa tawakal itu terbentuk dari kata al-wakalah.
Jika dikatakan,
"Wakkala Fulan amruhu ila Fulan", artinya Fulan yang pertama menyerahkan
urusannya kepada Fulan yang kedua serta bersandar kepadanya dalam urusan
ini.
Tawakal merupakan ungkapan tentang penyandaran hati kepada yang diwakilkan.
Manusia tidak bisa disebut tawakal kepada selainnya kecuali setelah dia
bersandar kepadanya dalam beberapa hal, yaitu dalam masalah simpati,
kekuatan dan petunjuk.
Jika engkau sudah mengetahui hal ini, maka bandingkanlah dengan tawakal kepada Allah.
Jika hatimu sudah merasa mantap bahwa tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah semata, jika engkau sudah yakin bahwa ilmu, kekuasaan dan rahmat-Nya sempurna, di belakang kekuasaan-Nya tidak ada kekuasaan lain, di belakang ilmu-Nya tidak ada ilmu
lain, di belakang rahmat-Nya tidak ada rahmat lain, berarti hatimu sudah
bertawakal hanya kepada-Nya semata dan tidak menengok kepada selain-Nya.
Jika engkau tidak mendapatkan keadaan yang seperti ini di dalam dirimu, maka
ada satu di antara dua sebab, entah karena lemahnya keyakinan terhadap
hal-hal ini, entah karena ketakutan hati yang disebabkan kegelisahan dan
kebimbangan yang menguasainya. Hati menjadi gelisah tak menentu karena
adanya kebimbangan, sekalipun masih tetap ada keyakinan.
Siapa yang menerima madu lalu ia membayangkan yang tidak-tidak tentang madu itu, tentu dia akan menolak untuk menerimanya.
Jika seseorang dipaksa untuk tidur di samping mayat di liang kuburan atau di
tempat tidur atau di dalam rumah, tabiat dirinya tentu akan menolak hal itu,
sekalipun dia yakin bahwa mayat itu adalah sesuatu yang tidak bisa bergerak
dan mati.
Tapi tabiat dirinya tidak membuatnya lari dari benda-benda mati lainnya.
Yang demikian ini karena adanya ketakutan di dalam hati.
Ini termasuk jenis kelemahan dan jarang sekali oang yang terbebas darinya.
Bahkan terkadang ketakutan ini berlebih-lebihan, sehingga menimbulkan penyakit, seperti takut berada di rumah sendirian, sekalipun semua pintu sudah ditutup rapat-rapat.
Jadi, tawakal tidak menjadi sempurna kecuali dengan disertai kekuatan hati dan kekuatan keyakinan secara menyeluruh. Jika engkau sudah tahu makna tawakal dan engkau juga sudah tahu keadaan yang disebut dengan tawakal, maka ketahuilah bahwa keadaan itu ada tiga tingkatan jika dilihat dari segi kekuatan dan kelemahan :
1. Keadaan benar-benar yakin terhadap penyerahannya kepada Allah dan pertolongan-Nya, seperti keadaannya yang yakin terhadap orang yang dia tunjuk sebagai wakilnya.
2. Tingkatan ini lebih kuat lagi, yaitu keadaannya bersama Allah seperti keadaan anak kecil bersama ibunya. Anak itu tidak melihat orang selain ibunya dan tidak akan mau bergabung dengan selain ibunya serta tidak mau bersandar kecuali kepada ibunya sendiri. Jika dia menghadapi suatu masalah, maka yang pertama kali terlintas di dalam hatinya dan yang pertama kali terlontar dari lidahnya adalah ucapan,
"Ibu..!" Siapa yang pasrah kepada Allah, memandang dan bersandar kepada-Nya, maka keadaannya seperti keadaan anak kecil dengan ibunya. Jadi dia benar-benar pasrah kepada-Nya.
Perbedaan tingkatan ini dengan tingkatan yang pertama, tingkatan yang kedua ini adalah orang yang bertawakal, yang tawakalnya murni dari tawakal yang lain, tidak menengok kepada selain yang ditawakali dan di hatinya tidak ada tempat untuk selainnya.
Sedangkan yang pertama adalah orang yang bertawakal karena dipaksa dan karena mencari, tidak murni dalam tawakalnya, yang berarti masih bisa bertawakal kepada yang lain.
Tentu saja hal ini bisa mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat satu-satunya yang mesti ditawakali.
3. Ini tingkatan yang paling tinggi, bahwa dia di hadapan Allah seperti mayit di tangan orang-orang yang memandikannya. Dia tidak berpisah dengan Allah melainkan dia melihat dirinya seperti orang mati. Keadaan seperti anak kecil yang hendak dipisahkan dengan ibunya, lalu secepat itu pula dia akan berpegang kepada ujung baju ibunya.
Keadaan-keadaan seperti ini memang ada pada diri manusia. Hanya saja jarang yang bertahan terus, terlebih lagi tingkatan yang ketiga.
Dikutip dari: Al-Imam Asy-Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah
Al-Maqdisy, "Muhtashor Minhajul Qoshidin,
Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 423-431
From: "Choironi, Umul"
Subject: Tauhid Dan Tawakal
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut ini adalah artikel dari Minhajul Qashidhin, insya Allah bermanfaat
Bagi kita semua, dalam rangka peningkatan tauhid kita kepada Allah Ta'ala & dapat
mencegah kita terpeleset kedalam kemusyrikan.
Silahkan disebarkan
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh
Zainal
Tauhid Dan Tawakal
Ibnu Qudamah
Halaman dua dari empat tulisan
BEBERAPA GAMBARAN KEADAAN TAWAKAL
Ketahuilah bahwa tawakal itu terbentuk dari kata al-wakalah.
Jika dikatakan,
"Wakkala Fulan amruhu ila Fulan", artinya Fulan yang pertama menyerahkan
urusannya kepada Fulan yang kedua serta bersandar kepadanya dalam urusan
ini.
Tawakal merupakan ungkapan tentang penyandaran hati kepada yang diwakilkan.
Manusia tidak bisa disebut tawakal kepada selainnya kecuali setelah dia
bersandar kepadanya dalam beberapa hal, yaitu dalam masalah simpati,
kekuatan dan petunjuk.
Jika engkau sudah mengetahui hal ini, maka bandingkanlah dengan tawakal kepada Allah.
Jika hatimu sudah merasa mantap bahwa tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah semata, jika engkau sudah yakin bahwa ilmu, kekuasaan dan rahmat-Nya sempurna, di belakang kekuasaan-Nya tidak ada kekuasaan lain, di belakang ilmu-Nya tidak ada ilmu
lain, di belakang rahmat-Nya tidak ada rahmat lain, berarti hatimu sudah
bertawakal hanya kepada-Nya semata dan tidak menengok kepada selain-Nya.
Jika engkau tidak mendapatkan keadaan yang seperti ini di dalam dirimu, maka
ada satu di antara dua sebab, entah karena lemahnya keyakinan terhadap
hal-hal ini, entah karena ketakutan hati yang disebabkan kegelisahan dan
kebimbangan yang menguasainya. Hati menjadi gelisah tak menentu karena
adanya kebimbangan, sekalipun masih tetap ada keyakinan.
Siapa yang menerima madu lalu ia membayangkan yang tidak-tidak tentang madu itu, tentu dia akan menolak untuk menerimanya.
Jika seseorang dipaksa untuk tidur di samping mayat di liang kuburan atau di
tempat tidur atau di dalam rumah, tabiat dirinya tentu akan menolak hal itu,
sekalipun dia yakin bahwa mayat itu adalah sesuatu yang tidak bisa bergerak
dan mati.
Tapi tabiat dirinya tidak membuatnya lari dari benda-benda mati lainnya.
Yang demikian ini karena adanya ketakutan di dalam hati.
Ini termasuk jenis kelemahan dan jarang sekali oang yang terbebas darinya.
Bahkan terkadang ketakutan ini berlebih-lebihan, sehingga menimbulkan penyakit, seperti takut berada di rumah sendirian, sekalipun semua pintu sudah ditutup rapat-rapat.
Jadi, tawakal tidak menjadi sempurna kecuali dengan disertai kekuatan hati dan kekuatan keyakinan secara menyeluruh. Jika engkau sudah tahu makna tawakal dan engkau juga sudah tahu keadaan yang disebut dengan tawakal, maka ketahuilah bahwa keadaan itu ada tiga tingkatan jika dilihat dari segi kekuatan dan kelemahan :
1. Keadaan benar-benar yakin terhadap penyerahannya kepada Allah dan pertolongan-Nya, seperti keadaannya yang yakin terhadap orang yang dia tunjuk sebagai wakilnya.
2. Tingkatan ini lebih kuat lagi, yaitu keadaannya bersama Allah seperti keadaan anak kecil bersama ibunya. Anak itu tidak melihat orang selain ibunya dan tidak akan mau bergabung dengan selain ibunya serta tidak mau bersandar kecuali kepada ibunya sendiri. Jika dia menghadapi suatu masalah, maka yang pertama kali terlintas di dalam hatinya dan yang pertama kali terlontar dari lidahnya adalah ucapan,
"Ibu..!" Siapa yang pasrah kepada Allah, memandang dan bersandar kepada-Nya, maka keadaannya seperti keadaan anak kecil dengan ibunya. Jadi dia benar-benar pasrah kepada-Nya.
Perbedaan tingkatan ini dengan tingkatan yang pertama, tingkatan yang kedua ini adalah orang yang bertawakal, yang tawakalnya murni dari tawakal yang lain, tidak menengok kepada selain yang ditawakali dan di hatinya tidak ada tempat untuk selainnya.
Sedangkan yang pertama adalah orang yang bertawakal karena dipaksa dan karena mencari, tidak murni dalam tawakalnya, yang berarti masih bisa bertawakal kepada yang lain.
Tentu saja hal ini bisa mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat satu-satunya yang mesti ditawakali.
3. Ini tingkatan yang paling tinggi, bahwa dia di hadapan Allah seperti mayit di tangan orang-orang yang memandikannya. Dia tidak berpisah dengan Allah melainkan dia melihat dirinya seperti orang mati. Keadaan seperti anak kecil yang hendak dipisahkan dengan ibunya, lalu secepat itu pula dia akan berpegang kepada ujung baju ibunya.
Keadaan-keadaan seperti ini memang ada pada diri manusia. Hanya saja jarang yang bertahan terus, terlebih lagi tingkatan yang ketiga.
Dikutip dari: Al-Imam Asy-Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah
Al-Maqdisy, "Muhtashor Minhajul Qoshidin,
Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 423-431
SUDAHKAH ANDA MENUNAIKAN SHOLAT DHUHA ?
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
SUDAHKAH ANDA MENUNAIKAN SHOLAT DHUHA ?
Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yg amat indah dan menyejukkan.
Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya wkt subuh) s/d menjelang masuk wkt dhuhur - logikanya pasti bisa menunaikannya.
Namun di-muakkadkan (dianjurkan dg sangat) utk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita.
Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah.
Dengan demikian pekerjaan kita, insyaalloh, akan mendapat ridho dari Alloh SWT. Amiin.
Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini -
Masya Alloh :
Ya Alloh, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
dan keagungan itu adalah keagunganMU,
dan keindahan itu adalah keindahanMU,
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
Ya Alloh, jika rizkiku masih di atas langit,
maka turunkanlah,
jika masih di dalam bumi,
maka keluarkanlah,
jika masih sukar,
maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram,
maka sucikanlah,
jika masih jauh,
maka dekatkanlah,
Berkat waktu dhuha,
keagungan,
keindahan,
kekuatan dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.
Amiin Ya Robbal Alamiin.
Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu' dan tawaddhu' (dengan kerendahan hati).
Insya Alloh kita akan menjadi orang yang :
1. Tawaddhu' [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) - apapun pangkat dan kedudukan kita.
2. Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah, sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insya Alloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Alloh SWT.
3. Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.
4. Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan . (Al-hadist).
Demikian dan semoga risalah kecil ini akan menjadi " sesuatu yang dapat menggugah " kita untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Jazakumulloh khoiron katsiro.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
SUDAHKAH ANDA MENUNAIKAN SHOLAT DHUHA ?
Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yg amat indah dan menyejukkan.
Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya wkt subuh) s/d menjelang masuk wkt dhuhur - logikanya pasti bisa menunaikannya.
Namun di-muakkadkan (dianjurkan dg sangat) utk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita.
Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah.
Dengan demikian pekerjaan kita, insyaalloh, akan mendapat ridho dari Alloh SWT. Amiin.
Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini -
Masya Alloh :
Ya Alloh, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
dan keagungan itu adalah keagunganMU,
dan keindahan itu adalah keindahanMU,
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
Ya Alloh, jika rizkiku masih di atas langit,
maka turunkanlah,
jika masih di dalam bumi,
maka keluarkanlah,
jika masih sukar,
maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram,
maka sucikanlah,
jika masih jauh,
maka dekatkanlah,
Berkat waktu dhuha,
keagungan,
keindahan,
kekuatan dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.
Amiin Ya Robbal Alamiin.
Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu' dan tawaddhu' (dengan kerendahan hati).
Insya Alloh kita akan menjadi orang yang :
1. Tawaddhu' [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) - apapun pangkat dan kedudukan kita.
2. Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah, sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insya Alloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Alloh SWT.
3. Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.
4. Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan . (Al-hadist).
Demikian dan semoga risalah kecil ini akan menjadi " sesuatu yang dapat menggugah " kita untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Jazakumulloh khoiron katsiro.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Cinta yang tak Rumit
Masih ingat Muhammad Faiz si penulis surat kepada Presiden itu ?
CINTA YANG TAK RUMIT DARI FAIZ
Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin juga sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari
seorang anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.
Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di sekitar kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub menyaksikan bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan
dilewati atau ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum lebar Faiz.
"Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu...."
"Assalaamu'alaikum...."
"Mari Oma, mari Opa..."
"Dari mana, Tante?"
"Wah hari ini Kakak berseri sekali!"
"Mau kuliah, Bang?"
"Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?"
Dan seterusnya....
Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz," Mas Faiz,apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?"
Faiz tertawa. "Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain.
Lagipula senyum itu kan sedekah, Bunda."
Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum berumur delapan tahun. "Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu mungkin sudah milyaran," ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.
Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah, mereka kerap membicarakan Faiz.
"Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu menegur lebih dulu, senyumnya manis sekali."
"Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaimana mendidiknya?"
Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak pernah mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang banyak belajar dari Faiz!
Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk di bangku SD.
Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu dipanggilnya, diajak makan dan minum. "Hari ini di rumah masak sop dan perkedel." Atau "Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk?
Mau teh manis dingin?" Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan dan mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.
Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya. "Istirahat dulu di sini,Pak.
Kan capek. Hari panas sekali. Sini, makan kue dan minum dulu. Atau mau makan nasi?" Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota keluarga lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami tak terlalu membutuhkannya. "Apa salahnya sih menolong orang?" ujarnya.
Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana kami memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.
"Ikhlas yaaa, Bunda...," katanya sambil tersenyum manis.
Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata ?
Saya hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.
CINTA YANG TAK RUMIT DARI FAIZ
Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin juga sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari
seorang anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.
Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di sekitar kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub menyaksikan bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan
dilewati atau ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum lebar Faiz.
"Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu...."
"Assalaamu'alaikum...."
"Mari Oma, mari Opa..."
"Dari mana, Tante?"
"Wah hari ini Kakak berseri sekali!"
"Mau kuliah, Bang?"
"Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?"
Dan seterusnya....
Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz," Mas Faiz,apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?"
Faiz tertawa. "Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain.
Lagipula senyum itu kan sedekah, Bunda."
Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum berumur delapan tahun. "Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu mungkin sudah milyaran," ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.
Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah, mereka kerap membicarakan Faiz.
"Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu menegur lebih dulu, senyumnya manis sekali."
"Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaimana mendidiknya?"
Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak pernah mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang banyak belajar dari Faiz!
Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk di bangku SD.
Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu dipanggilnya, diajak makan dan minum. "Hari ini di rumah masak sop dan perkedel." Atau "Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk?
Mau teh manis dingin?" Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan dan mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.
Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya. "Istirahat dulu di sini,Pak.
Kan capek. Hari panas sekali. Sini, makan kue dan minum dulu. Atau mau makan nasi?" Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota keluarga lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami tak terlalu membutuhkannya. "Apa salahnya sih menolong orang?" ujarnya.
Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana kami memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.
"Ikhlas yaaa, Bunda...," katanya sambil tersenyum manis.
Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata ?
Saya hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.
Berani Melepaskan
BERANI MELEPASKAN
Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan, orang2 yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya". Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa2... namun Anda telah memahami sesuatu...!
Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan,
ada saat melepaskan...!!
Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan, orang2 yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya". Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa2... namun Anda telah memahami sesuatu...!
Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan,
ada saat melepaskan...!!
Kata2 Arif Bijak
Kata2 Arif Bijak
Orang yang menasehati dan mengkritik kamu berarti ia mencintai kamu, sedang orang yang mengikuti hawa nafsu kamu, sesungguhnya ia membencimu.
Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bekerja secara profesional”.(Al Hadist)
Tiga perkara bertemu yaitu :
Ilmu Pengetahuan, Harta, dan Kehormatan (Kemuliaan).
Ketika hendak berpisah Ilmu Pengetahuan berkata:
Carilah aku di perpustakaan dan perguruan tinggi yang tersohor”
Harta berkata: “Temuilah aku di istana dan gedung-gedung mewah”.
Kehormatan (kemuliaan) hanya terdiam, ketika ditanya ia menjawab:
“Ada pun aku .... apabila aku sudah pergi maka......aku tidak akan kembali lagi”.
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Orang yang menasehati dan mengkritik kamu berarti ia mencintai kamu, sedang orang yang mengikuti hawa nafsu kamu, sesungguhnya ia membencimu.
Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bekerja secara profesional”.(Al Hadist)
Tiga perkara bertemu yaitu :
Ilmu Pengetahuan, Harta, dan Kehormatan (Kemuliaan).
Ketika hendak berpisah Ilmu Pengetahuan berkata:
Carilah aku di perpustakaan dan perguruan tinggi yang tersohor”
Harta berkata: “Temuilah aku di istana dan gedung-gedung mewah”.
Kehormatan (kemuliaan) hanya terdiam, ketika ditanya ia menjawab:
“Ada pun aku .... apabila aku sudah pergi maka......aku tidak akan kembali lagi”.
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Sebahagian Wasiat Rasulullah SAW kepada Sayidina Ali RA
Sabda Rasulullah SAW :
Wahai Ali !
1) Orang yang murah hati itu hampir kepada Allah, hampir kepada rahmatNya dan jauh daripada siksaanNya. Dan orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh drpd rahmatNya dan hampir kepada siksaanNya.
2) Barang siapa yang memberi makan kepada seorang muslim dengan senang hati, niscaya Allah tuliskan 1000 kebajikan, dihapuskan 1000 kejahatan dan diangkat 1000 derajat.
3) Bersedekah-lah untuk keluargamu yang telah mati.
Allah SWT telah mewakilkan beberapa malaikat yang akan membawa sedekah orang yang hidup kepada orang yang mati itu, maka sukacitalah mereka (orang mati) lebih daripada sukacitanya semasa di dunia sambil berkata :
Ya Tuhanku, ampunilah orang yang menerangkan kubur kami dan gembirakanlah dia dengan syurga sebagaimana dia telah mengembirakan kami dengan sedekahnya.
4) Banyak tidur itu mematikan hati dan menghilangkan kebaikan.
Banyak dosa itu mematikan hati dan mewariskan penyesalan.
5) Jika Allah murka terhadap seseorang niscaya ia beri rezeki harta yang haram.
Apabila ia sangat murka terhadapnya, niscaya ia wakilkan syaitan yang memberkatkan hartanya yang haram itu.
Lalu syaitan itu menjadi kawannya dan menyibukkannya dengan cara menggantikan urusan agamanya dengan urusan dunia, serta ia mudahkan kepadanya segala urusan dunianya sambil berkata :
Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.
6) Wahai Ali !
Tiada agama bagi orang yang tidak takut kpdNya.
Tiada akal bagi orang yang tidak ada memelihara-nya
Tiada iman bagi orang yang tidak ada wara'nya
Tiada ibadah bagi orang yang tidak ada ilmunya
Tiada perikemanusiaan bagi orang yang tidak ada sedekahnya
Tiada keamanan bagi orang yang tidak memiliki rahasia-nya
Tiada taubat bagi orang yang tidak ada taufik baginya
Tiada kemurahan hati bagi orang yang tidak ada malunya
7) Sebaik-baik manusia di sisi manusia ialah orang dapat memberi manfaat kepada manusia lain.
Manusia yang paling jahat ialah orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya. Manusia yang paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Dan manusia yang paling dibenci Allah ialah makan bersendirian dan menegah kawannya, memukul hambanya, memuliakan orang kaya dan menghina orang fakir.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang hidup dalam keadaan haram dan mati dalam keadaan haram.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang panjang umurnya, buruk amalnya dan tidak bertaubat walaupun ia tamak dalam mendapatkan keampunanNya.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang menzahirkan persahabatannya dengan seorang muslim sedangkan ia melakukan sebaliknya.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang hilang permulaan umurnya dalam kelalaian sedangkan penghabisan umurnya ia malas taat kepada Allah.
8) Tanda-tanda bagus yaitu bagus jiwa dan batin kepada Allah, dan bagus khidmat.
9) Wahai Ali !
Orang mukmin itu 3 tanda yaitu :
1) benci terhadap harta yang tidak dapat menolongnya di akhirat,
2) benci terhadap perempuan yang menjadi fitnah dalam agama
3) benci berkata-kata dalam hal kehormatan manusia
10) Wahai Ali !
Orang berakal itu ada 3 tanda yaitu :
1) menggunakan dunia untuk manfaat akhirat
2) menanggung kekasaran orang
3) sabar atas segala kesusahan
11) Wahai Ali !
Orang berilmu itu ada 3 tanda yaitu :
1) berkata benar
2) menjauhkan yang haram
3) merendah diri
12) Wahai Ali !
Orang yang takut kepada Allah itu ada 3 tanda yaitu :
1) memelihara diri daripada berdusta dan berbuat buruk
2) menjauhi kawan yang jahat
3) meninggalkan perkara yang separuh halal karena takut jatuh kepada yang haram
13) Wahai Ali !
Kebenaran itu ada 3 tanda yaitu :
1) sembunyikan ibadah
2) sembunyikan sedekah
3) sembunyikan musibah
14) Wahai Ali !
Orang yang 'abid itu ada 3 tanda yaitu :
1) benci kepada nafsunya
2) sentiasa menghisabkan nafsunya
3) memanjangkan berdiri menghadap Allah
15) Wahai Ali !
Orang yang soleh itu ada 3 tanda yaitu :
1) memperbaiki perkara yang melibatkan antara dirinya dengan Allah dengan amal soleh
2) memperbaiki agamanya dengan amal
3) suka bagi manusia apa yang dia suka bagi dirinya
16) Wahai Ali !
Orang yang beruntung itu ada 3 tanda yaitu :
1) makanan yang halal
2) duduk bersama ulama'
3) sholat fardhu berjama’ah
17) Wahai Ali !
Orang yang mukmin itu ada 3 tanda yaitu :
1) bersegera dalam taat kepada Allah
2) menjauhkan segala yang haram
3) berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya
18) Wahai Ali !
Orang yang murah hati itu ada 3 tanda yaitu :
1) memberi maaf kepada orang yang bersalah ketika ia mampu membalas kesalahan itu
2) mengeluarkan zakat
3) suka bersedekah
19) Wahai Ali !
Orang yang peramah itu ada 3 tanda yaitu :
1) menghubungkan orang yang memutuskannya (persaudaraan)
2) memberi orang yang menengahnya
3) memaafkan orang yang menzaliminya
20) Wahai Ali !
Orang yang sabar itu ada 3 tanda yaitu :
1) sabar dalam taat menjalankan perintah Allah
2) sabar menghadapi musibah
3) sabar menerima qadha Allah
21) Wahai Ali !
Orang yang bertaubat itu ada 3 tanda yaitu :
1) menjauhkan yang haram
2) menuntut ilmu
3) tidak akan kembali berbuat dosa ...seperti tidak akan kembalinya susu yang diperah ke tempatnya.
22) Barang siapa yang memerintah berbuat baik dan mencegah kemungkaran, niscaya Allah akan menghinakan musuhnya.
Barang siapa yang benar dalam segala perkara, niscaya Allah murka karena murkanya.
Apabila seorang anak yatim menangis, niscaya bergoncanglah 'arasy, maka Allah berfirman :
Wahai Jibril !
Luaskan neraka untuk orang yang membuat anak yatim itu menangis ....dan luaskan syurga untuk orang yang membuat anak yatim itu tertawa.
23) Jibril mengharap menjadi manusia karena7 perkara :
1) solat fardhu berjama’ah
2) menghadiri majelis ulama'
3) membezuk orang sakit
4) memberi minuman
5) mendamaikan dua saudara yang bermusuhan
6) memuliakan jiran (tetangga)
7) memuliakan anak yatim
Diterbitkan oleh :
Lajnah Penerangan dan Dakwah, DPP Kawasan Dungun, Terengganu
http://teladan98.tripod.com/teladan152.htm
Apakah kita akan segera bergerak ?
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Sabda Rasulullah SAW :
Wahai Ali !
1) Orang yang murah hati itu hampir kepada Allah, hampir kepada rahmatNya dan jauh daripada siksaanNya. Dan orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh drpd rahmatNya dan hampir kepada siksaanNya.
2) Barang siapa yang memberi makan kepada seorang muslim dengan senang hati, niscaya Allah tuliskan 1000 kebajikan, dihapuskan 1000 kejahatan dan diangkat 1000 derajat.
3) Bersedekah-lah untuk keluargamu yang telah mati.
Allah SWT telah mewakilkan beberapa malaikat yang akan membawa sedekah orang yang hidup kepada orang yang mati itu, maka sukacitalah mereka (orang mati) lebih daripada sukacitanya semasa di dunia sambil berkata :
Ya Tuhanku, ampunilah orang yang menerangkan kubur kami dan gembirakanlah dia dengan syurga sebagaimana dia telah mengembirakan kami dengan sedekahnya.
4) Banyak tidur itu mematikan hati dan menghilangkan kebaikan.
Banyak dosa itu mematikan hati dan mewariskan penyesalan.
5) Jika Allah murka terhadap seseorang niscaya ia beri rezeki harta yang haram.
Apabila ia sangat murka terhadapnya, niscaya ia wakilkan syaitan yang memberkatkan hartanya yang haram itu.
Lalu syaitan itu menjadi kawannya dan menyibukkannya dengan cara menggantikan urusan agamanya dengan urusan dunia, serta ia mudahkan kepadanya segala urusan dunianya sambil berkata :
Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.
6) Wahai Ali !
Tiada agama bagi orang yang tidak takut kpdNya.
Tiada akal bagi orang yang tidak ada memelihara-nya
Tiada iman bagi orang yang tidak ada wara'nya
Tiada ibadah bagi orang yang tidak ada ilmunya
Tiada perikemanusiaan bagi orang yang tidak ada sedekahnya
Tiada keamanan bagi orang yang tidak memiliki rahasia-nya
Tiada taubat bagi orang yang tidak ada taufik baginya
Tiada kemurahan hati bagi orang yang tidak ada malunya
7) Sebaik-baik manusia di sisi manusia ialah orang dapat memberi manfaat kepada manusia lain.
Manusia yang paling jahat ialah orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya. Manusia yang paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Dan manusia yang paling dibenci Allah ialah makan bersendirian dan menegah kawannya, memukul hambanya, memuliakan orang kaya dan menghina orang fakir.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang hidup dalam keadaan haram dan mati dalam keadaan haram.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang panjang umurnya, buruk amalnya dan tidak bertaubat walaupun ia tamak dalam mendapatkan keampunanNya.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang menzahirkan persahabatannya dengan seorang muslim sedangkan ia melakukan sebaliknya.
Dan yang lebih jahat drpd itu ialah orang yang hilang permulaan umurnya dalam kelalaian sedangkan penghabisan umurnya ia malas taat kepada Allah.
8) Tanda-tanda bagus yaitu bagus jiwa dan batin kepada Allah, dan bagus khidmat.
9) Wahai Ali !
Orang mukmin itu 3 tanda yaitu :
1) benci terhadap harta yang tidak dapat menolongnya di akhirat,
2) benci terhadap perempuan yang menjadi fitnah dalam agama
3) benci berkata-kata dalam hal kehormatan manusia
10) Wahai Ali !
Orang berakal itu ada 3 tanda yaitu :
1) menggunakan dunia untuk manfaat akhirat
2) menanggung kekasaran orang
3) sabar atas segala kesusahan
11) Wahai Ali !
Orang berilmu itu ada 3 tanda yaitu :
1) berkata benar
2) menjauhkan yang haram
3) merendah diri
12) Wahai Ali !
Orang yang takut kepada Allah itu ada 3 tanda yaitu :
1) memelihara diri daripada berdusta dan berbuat buruk
2) menjauhi kawan yang jahat
3) meninggalkan perkara yang separuh halal karena takut jatuh kepada yang haram
13) Wahai Ali !
Kebenaran itu ada 3 tanda yaitu :
1) sembunyikan ibadah
2) sembunyikan sedekah
3) sembunyikan musibah
14) Wahai Ali !
Orang yang 'abid itu ada 3 tanda yaitu :
1) benci kepada nafsunya
2) sentiasa menghisabkan nafsunya
3) memanjangkan berdiri menghadap Allah
15) Wahai Ali !
Orang yang soleh itu ada 3 tanda yaitu :
1) memperbaiki perkara yang melibatkan antara dirinya dengan Allah dengan amal soleh
2) memperbaiki agamanya dengan amal
3) suka bagi manusia apa yang dia suka bagi dirinya
16) Wahai Ali !
Orang yang beruntung itu ada 3 tanda yaitu :
1) makanan yang halal
2) duduk bersama ulama'
3) sholat fardhu berjama’ah
17) Wahai Ali !
Orang yang mukmin itu ada 3 tanda yaitu :
1) bersegera dalam taat kepada Allah
2) menjauhkan segala yang haram
3) berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya
18) Wahai Ali !
Orang yang murah hati itu ada 3 tanda yaitu :
1) memberi maaf kepada orang yang bersalah ketika ia mampu membalas kesalahan itu
2) mengeluarkan zakat
3) suka bersedekah
19) Wahai Ali !
Orang yang peramah itu ada 3 tanda yaitu :
1) menghubungkan orang yang memutuskannya (persaudaraan)
2) memberi orang yang menengahnya
3) memaafkan orang yang menzaliminya
20) Wahai Ali !
Orang yang sabar itu ada 3 tanda yaitu :
1) sabar dalam taat menjalankan perintah Allah
2) sabar menghadapi musibah
3) sabar menerima qadha Allah
21) Wahai Ali !
Orang yang bertaubat itu ada 3 tanda yaitu :
1) menjauhkan yang haram
2) menuntut ilmu
3) tidak akan kembali berbuat dosa ...seperti tidak akan kembalinya susu yang diperah ke tempatnya.
22) Barang siapa yang memerintah berbuat baik dan mencegah kemungkaran, niscaya Allah akan menghinakan musuhnya.
Barang siapa yang benar dalam segala perkara, niscaya Allah murka karena murkanya.
Apabila seorang anak yatim menangis, niscaya bergoncanglah 'arasy, maka Allah berfirman :
Wahai Jibril !
Luaskan neraka untuk orang yang membuat anak yatim itu menangis ....dan luaskan syurga untuk orang yang membuat anak yatim itu tertawa.
23) Jibril mengharap menjadi manusia karena7 perkara :
1) solat fardhu berjama’ah
2) menghadiri majelis ulama'
3) membezuk orang sakit
4) memberi minuman
5) mendamaikan dua saudara yang bermusuhan
6) memuliakan jiran (tetangga)
7) memuliakan anak yatim
Diterbitkan oleh :
Lajnah Penerangan dan Dakwah, DPP Kawasan Dungun, Terengganu
http://teladan98.tripod.com/teladan152.htm
Apakah kita akan segera bergerak ?
Wassalam
Distributed by
Echost
Personal Email
Langganan:
Postingan (Atom)
